Langsung ke konten utama

Kimia Medisinal 11

 Jalur Utama Metabolisme dan Xenobiotik

Jalur umum metabolisme dan jalur metabolisme xenobiotik adalah dua jalur metabolisme yang berbeda dalam tubuh manusia.

Jalur umum metabolisme adalah proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang berasal dari makanan atau sumber energi lainnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Jalur ini melibatkan berbagai enzim dan reaksi kimia yang kompleks, termasuk glikolisis, siklus Krebs, dan fosforilasi oksidatif.

Sementara itu, jalur metabolisme xenobiotik melibatkan proses biokimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang tidak umum atau asing bagi tubuh, seperti obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia industri, menjadi bentuk yang dapat dieliminasi dari tubuh. Jalur ini melibatkan enzim-enzim yang disebut sitokrom P450 dan reaksi kimia lainnya yang berguna untuk mengubah struktur kimia dari zat asing menjadi lebih mudah untuk dieliminasi oleh tubuh, seperti melalui urin atau feses.

Ketika zat-zat asing masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh secara alami akan berusaha menghilangkan zat asing tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, zat asing tersebut dapat terakumulasi dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti keracunan atau gangguan fungsi organ. Oleh karena itu, jalur metabolisme xenobiotik penting untuk membantu tubuh menghilangkan zat-zat asing ini dengan efektif.

Link Youtube : https://youtu.be/hrgJ-sI6FYk

Komentar

  1. Disebutkan didalam vidio bahwa interaksi yang terjadi dengan merkuri itu lebih reaktif dibandingkan dengan interaksi dengan kadmium. Apa yang menyebabkan interaksi itu lebih reaktif ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Interaksi yang terjadi dengan merkuri lebih reaktif dibandingkan kadmium dikarenakan adanya perbedaan elektronik dalam konfigurasi atomiknya. Merkuri memiliki struktur elektronik yang lebih tidak stabil, dengan kecenderungan untuk kehilangan elektron dan membentuk ikatan menjadi lebih mudah. Karena itulah, merkuri cenderung lebih reaktif dibandingkan kadmium.

      Hapus
  2. Dividio disebutkan bahwa enzim yang teikat pada merkuri tidak aktif. Bagaimana mekanisme enzim tersebut dapat menjadi tidak aktif karena terikat pada merkuri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika enzim terikat dengan merkuri, maka akan terjadi ikatan kimia antara merkuri dan residu aktif dalam enzim tersebut. Ikatan inilah yang dapat mengubah struktur tiga dimensi enzim dan akan mengganggu kemampuan enzim dalam berinteraksi dengan substrat secara efisien. Ikatan merkuri ini juga dapat menyebabkan kerusakan struktural pada enzim, lalu mengubah aktivitas katalitiknya secara signifikan. Sehingga menyebabkan enzim kehilangan kemampuannya untuk berfungsi dengan baik dan menjadi tidak aktif.

      Hapus
  3. Dalam vidio disebutkan bahwa ikatan Hg dan Cd dengan ligan akan menghambat pembentukan enzim sehingga atp terganggu. Berdasarkan jurnal yang saya baca pembentukan ATP akan terganggu apabila terdapatnya ikatan kovalen antara enzim dengan logam, bagaimana itu bisa terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pembentukan ATP akan terganggu jika terjadi ikatan kovalen antara enzim dengan logam. Merkuri (Hg) dan Kadmium (Cd) merupakan salah satu unsur kimia logam berat. Sehingga ikatan kovalen antara Hg dan Cd dengan ligan/enzim dapat menyebabkan terganggunya pembentukan ATP. Ikatan kovalen antara logam berat dengan enzim ini dapat mengubah struktur enzim, mengganggu konformasi yang diperlukan untuk berinteraksi dengan substrat secara efisien. Sehingga enzim tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mengkatalis reaksi yang menghasilkan ATP.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 6

Hubungan Struktur & Sifat Fisiko Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat Desain Turunan Senyawa Leonurin Sebagai Kandidat Obat Antiinflamasi  Hubungan struktur dan sifat fisiko-kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat sangatlah erat. Struktur molekul dapat mempengaruhi interaksi dengan reseptor target di dalam sel dan mempengaruhi aktivitas biologis. Sifat fisiko-kimia seperti kelarutan, polaritas, dan ukuran molekul juga dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel dan bioavailabilitas obat. Oleh karena itu, dalam desain turunan obat, perubahan struktur molekul dan sifat fisiko-kimia harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai aktivitas biologis yang optimal. Penerapan teknik dan metode komputasi seperti docking molekuler dan QSAR dapat membantu memprediksi aktivitas biologis dari turunan obat yang dirancang sebelum diuji secara eksperimental. Dalam pengembangan obat, pemahaman yang baik tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biol...

Kimia Medisinal 15

 Jalur Deaktivasi dan Eliminasi Obat Jalur inaktivasi dan ekskresi obat mengacu pada proses dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk mengubah dan mengeluarkan obat dari tubuh. Ini melibatkan beberapa mekanisme termasuk metabolisme obat oleh enzim hati, ekskresi obat ginjal, dan ekskresi obat melalui keringat, air liur, dan feses. Jalur pensinyalan inaktivasi obat melibatkan enzim yang terletak di hati, sebagian besar dari keluarga enzim sitokrom P450 (CYP). Enzim ini bertanggung jawab untuk mengubah struktur kimia obat sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Metabolisme obat ini dapat menghasilkan metabolit yang kurang aktif atau tidak aktif, yang kemudian diekskresikan. Ekskresi obat terjadi terutama melalui ginjal. Setelah dimetabolisme di hati, obat dan metabolitnya masuk ke aliran darah dan diangkut ke ginjal. Di ginjal, obat disaring dari darah ke dalam urin melalui filtrasi glomerulus. Selain itu, bahan aktif dapat diserap kembali ke dalam darah atau dikeluarkan melalui urin m...