Langsung ke konten utama

Metode Farmakologi 2

 Link youtube materi pertemuan 2 Metode Farmakologi, mengenai "LDH Assay"

https://youtu.be/gK4TWjVU2UU

Komentar

  1. Saudari Elsa, Pada pasien dengan kondisi kelainan genetik seperti defisiensi enzim LDH akan memberikan hasil pemeriksaan yang tidak akurat, lalu bagaimana anda menjelaskan korelasi antara kedua hal tersebut dan bagaimana alternatif yang dapat digunakan dalam pemeriksaan ldh agar hasil yang di dapat bisa akurat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kondisi kelainan genetik seperti defisiensi enzim LDH mengacu pada ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme laktat dan menghasilkan energi. Sehingga saat dilakukan pemeriksaan hasilnya tidak akurat karena jumlah enzim yang diukur akan berkurang, maka hal ini dapat menyebabkan kadar LDH menjadi rendah.
      Alternatif yang dapat digunakan dalam pemeriksaan LDH pada pasien yang mengalami defisiensi enzim LDH adalah dengan menggunakan teknik pemeriksaan yang berbeda, contohnya seperti metode elektroforetik atau metode immunoturbidimetric karena pemeriksaan ini merupakan teknik yang lebih sensitif dan spesifik. Sehingga teknik ini dapat membantu untuk meningkatkan hasil pemeriksaan LDH menjadi lebih akurat.

      Hapus
    2. terima kasih, saudari sudah memaparkan korelasi serta alternatid utama dalam kondisi kondisi kelainan di atas, namun pada teknik LDH Assay dalam pengujian antimalaria, apakah kelaian dan kondisi kondisi tadi juga menjadi pertimbangan dan faktor uji yang juga di fikirkan dalam suatu pengujian obat malaria dengan LDH assay?

      Hapus
    3. Kelainan dan kondisi defisiensi enzim LDH juga menjadi pertimbangan dan faktor uji dalam pengujian antimalaria dengan teknik LDH Assay, karena kondisi tersebut dapat menyebabkan hasil pengujian menjadi tidak akurat dan menyebabkan kesalahan dalam menilai efektivitas dari obat antimalaria. Hal ini dikarenakan teknik LDH Assay pada pengujian antimalaria didasarkan pada pengukuran enzim LDH yang terdapat pada parasit Plasmodium di dalam darah. Maka pada kondisi defisiensi enzim LDH ini, aktivitas dari enzim tersebut menjadi menurun dan menyebabkan hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat.
      Untuk mengatasinya, biasanya dilakukan penyesuaian terhadap hasil pengujian LDH Assay dengan mempertimbangkan kondisi defisiensi enzim LDH pasien. Contohnya, dengan melakukan pemeriksaan tambahan seperti uji kontrol internal dan uji pemulihan. Hal ini dapat membantu untuk memperbaiki hasil pemeriksaan yang tidak akurat menjadi akurat.

      Hapus
    4. anda mengatakan bahwa pengujian antimalaria dengan LDH Assay dilakkan pada parasit plasmodium di dalam darah, karena pengujian antimalaria di lakukan secara in vitro atau di luar tubuh, mengapa dipilih plasmodium sebagai media uji, apakah ada kriteria dan karakteristik khusus yang membuat pengujian pada media plasmodium ini tetap bisa memberikan gambaran yang tepat mengenai efektifitas obat di dalam tubuh nantinya?

      Hapus
    5. Plasmodium digunakan dalam pengujian antimalaria dengan LDH Assay karena Plasmodium merupakan penyebab dari penyakit malaria, sehingga obat antimalaria harus efektif dalam menghentikan perkembangan dan pertumbuhan dari parasit Plasmodium di dalam tubuh. Pengujian antimalaria dengan LDH Assay dilakukan secara in vitro atau di luar tubuh untuk memastikan efektivitas dari obat antimalaria tersebut terhadap Plasmodium sebelum obat diuji pada manusia atau hewan uji.
      Plasmodium memiliki karakteristik khusus yang membuat Plasmodium cocok sebagai media uji dalam pengujian antimalaria, yaitu Plasmodium memiliki siklus hidup yang kompleks dan membutuhkan sel manusia dan nyamuk Anopheles sebagai inang.

      Hapus
    6. Baik terima kasih saudari elsa, saya dapat mengambil kesimpulan dari jawaban saudari yang jelas dan padat bahwa memang plasmodium ini tepat digunakan karena merupakan parasit yang harus dihambat perkembangan nya dalam proses penyembuhan malaria dan juga dengan karaktersistik nya yang memang membutuhkan inang untuk hidup yaitu biasanya melalui nyamuk anopheles. saya juga mengapresiasi bagaimana saudari menjabarkan kepada saya secara padat dan jelas mengenai kondisi kelainan yang dapat mempengaruhi pengujian dengan metode LDH Assay itu sendiri.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 11

 Jalur Utama Metabolisme dan Xenobiotik Jalur umum metabolisme dan jalur metabolisme xenobiotik adalah dua jalur metabolisme yang berbeda dalam tubuh manusia. Jalur umum metabolisme adalah proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang berasal dari makanan atau sumber energi lainnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Jalur ini melibatkan berbagai enzim dan reaksi kimia yang kompleks, termasuk glikolisis, siklus Krebs, dan fosforilasi oksidatif. Sementara itu, jalur metabolisme xenobiotik melibatkan proses biokimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang tidak umum atau asing bagi tubuh, seperti obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia industri, menjadi bentuk yang dapat dieliminasi dari tubuh. Jalur ini melibatkan enzim-enzim yang disebut sitokrom P450 dan reaksi kimia lainnya yang berguna untuk mengubah struktur kimia dari zat asing menjadi lebih mudah untuk dieliminasi oleh tubuh, seperti m...

Kimia Medisinal 6

Hubungan Struktur & Sifat Fisiko Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat Desain Turunan Senyawa Leonurin Sebagai Kandidat Obat Antiinflamasi  Hubungan struktur dan sifat fisiko-kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat sangatlah erat. Struktur molekul dapat mempengaruhi interaksi dengan reseptor target di dalam sel dan mempengaruhi aktivitas biologis. Sifat fisiko-kimia seperti kelarutan, polaritas, dan ukuran molekul juga dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel dan bioavailabilitas obat. Oleh karena itu, dalam desain turunan obat, perubahan struktur molekul dan sifat fisiko-kimia harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai aktivitas biologis yang optimal. Penerapan teknik dan metode komputasi seperti docking molekuler dan QSAR dapat membantu memprediksi aktivitas biologis dari turunan obat yang dirancang sebelum diuji secara eksperimental. Dalam pengembangan obat, pemahaman yang baik tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biol...

Kimia Medisinal 15

 Jalur Deaktivasi dan Eliminasi Obat Jalur inaktivasi dan ekskresi obat mengacu pada proses dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk mengubah dan mengeluarkan obat dari tubuh. Ini melibatkan beberapa mekanisme termasuk metabolisme obat oleh enzim hati, ekskresi obat ginjal, dan ekskresi obat melalui keringat, air liur, dan feses. Jalur pensinyalan inaktivasi obat melibatkan enzim yang terletak di hati, sebagian besar dari keluarga enzim sitokrom P450 (CYP). Enzim ini bertanggung jawab untuk mengubah struktur kimia obat sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Metabolisme obat ini dapat menghasilkan metabolit yang kurang aktif atau tidak aktif, yang kemudian diekskresikan. Ekskresi obat terjadi terutama melalui ginjal. Setelah dimetabolisme di hati, obat dan metabolitnya masuk ke aliran darah dan diangkut ke ginjal. Di ginjal, obat disaring dari darah ke dalam urin melalui filtrasi glomerulus. Selain itu, bahan aktif dapat diserap kembali ke dalam darah atau dikeluarkan melalui urin m...