Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Kimia Medisinal 6

Hubungan Struktur & Sifat Fisiko Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat Desain Turunan Senyawa Leonurin Sebagai Kandidat Obat Antiinflamasi  Hubungan struktur dan sifat fisiko-kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat sangatlah erat. Struktur molekul dapat mempengaruhi interaksi dengan reseptor target di dalam sel dan mempengaruhi aktivitas biologis. Sifat fisiko-kimia seperti kelarutan, polaritas, dan ukuran molekul juga dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel dan bioavailabilitas obat. Oleh karena itu, dalam desain turunan obat, perubahan struktur molekul dan sifat fisiko-kimia harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai aktivitas biologis yang optimal. Penerapan teknik dan metode komputasi seperti docking molekuler dan QSAR dapat membantu memprediksi aktivitas biologis dari turunan obat yang dirancang sebelum diuji secara eksperimental. Dalam pengembangan obat, pemahaman yang baik tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biol...

Metode Farmakologi 6

Pengujian Virus Dengue Secara In Vitro Efektifitas Senyawa PGV-0 pada Fase Awal Infeksi Virus Dengue-2 Virus dengue adalah virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus tersebut. Virus dengue menyebabkan penyakit yang disebut demam berdarah dengue (DBD), yang dapat berkisar dari gejala ringan hingga parah, bahkan mengancam jiwa. Gejala awal infeksi virus dengue meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue yang parah, di mana penderita mengalami penurunan jumlah trombosit dalam darah, yang dapat menyebabkan pendarahan internal yang serius. Senyawa Pentagamavunon-0 adalah senyawa turunan kurkuminoid yang memiliki struktur kimia kompleks dengan rumus molekul C23H22O6. Senyawa pentagamavunon-0 memiliki aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, antitumor, dan antivirus yang kuat, sehingga memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan dan pencegahan berbag...

Kimia Medisinal 4

Interaksi Obat dengan Protein Tubuh dan Hubungan dengan Sifat-Sifat Fisiko Kimia Obat Interaksi obat dengan protein dapat terjadi ketika obat mengikat protein dalam tubuh, seperti enzim, hormon, atau protein pengangkut, seperti albumin dalam darah. Ketika obat mengikat protein ini, hal itu dapat mempengaruhi efektivitas obat dalam tubuh dan juga mempengaruhi interaksi obat lain yang mungkin sedang dikonsumsi oleh seseorang. Sifat fisiko-kimia obat dapat mempengaruhi interaksi obat dengan protein dalam tubuh. Sebagai contoh, kelarutan obat dapat mempengaruhi kemampuan obat untuk diabsorpsi dan didistribusikan ke dalam tubuh, dan juga dapat mempengaruhi kemampuan obat untuk berinteraksi dengan protein. Obat yang larut dalam air atau pelarut organik tertentu cenderung lebih mudah diabsorpsi dan didistribusikan ke dalam tubuh daripada obat yang tidak larut dalam air atau pelarut organik tersebut. Link :  https://youtu.be/9PAW9koMdfY

Metode Farmakologi 4

Uji Kepekaan Antibiotika Terhadap Bakteri Corynebacterium diphtheriae dengan Menggunakan Metode Minimum Inhibitory Concentration (MIC) Bakteri Corynebacterium diphtheriae adalah bakteri Gram positif yang menyebabkan penyakit difteri pada manusia. Bakteri ini biasanya menyerang sistem pernapasan atas dan menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. C. diphtheriae menghasilkan toksin yang dikenal sebagai toksin difteri, yang dapat merusak jaringan di tenggorokan dan menimbulkan pembentukan selaput putih atau abu-abu pada tenggorokan dan hidung. Selaput ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan jika dibiarkan tanpa pengobatan, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung atau kerusakan saraf. Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada manusia dan hewan. Antibiotik bekerja dengan cara membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan bakteri sehingga tubuh dapat melawan infeksi. Antibiotik tidak efektif unt...