Pengujian Virus Dengue Secara In Vitro
Efektifitas Senyawa PGV-0 pada Fase Awal Infeksi Virus Dengue-2
Virus dengue adalah virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus tersebut. Virus dengue menyebabkan penyakit yang disebut demam berdarah dengue (DBD), yang dapat berkisar dari gejala ringan hingga parah, bahkan mengancam jiwa.
Gejala awal infeksi virus dengue meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue yang parah, di mana penderita mengalami penurunan jumlah trombosit dalam darah, yang dapat menyebabkan pendarahan internal yang serius.
Senyawa Pentagamavunon-0 adalah senyawa turunan kurkuminoid yang memiliki struktur kimia kompleks dengan rumus molekul C23H22O6. Senyawa pentagamavunon-0 memiliki aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, antitumor, dan antivirus yang kuat, sehingga memiliki potensi untuk digunakan dalam pengobatan dan pencegahan berbagai jenis penyakit. Studi juga menunjukkan bahwa senyawa ini dapat membantu mengurangi kerusakan sel yang disebabkan oleh stres oksidatif, inflamasi, dan radikal bebas.
Link youtube : https://youtu.be/GsX9TqmI9OE
Pada penjelasan yang telah dijelaskan untuk mengetahui Efektivitas Pentagamavunon-0 (PGV-0) pada infeksi virus Dengue-2 menggunakan metode Imunositokimia. Sedangkan pada jurnal yang saya temukan menggunakan metode RT-PCR dimana untuk melihat adanya efektivitas virus Dengue-2 pada sel vero yang diberikan PVG-0 dilakukan dengan pembacaan elektroforesis. Pada hari pertama PGV-0 belum terlihat adanya positif atau negatif antigen pada Dengue-2 dan baru dapat terdeteksi pada hari ke 3. Hal ini dikarenakan keberadaan dan tingkat virus belum mencukupi dalam inkubasi infeksi Dengue-2. Bagaimana pada metode imunositokimia pada hari keberapa terlihat adanya positif atau negatif antigen pada dengue-2? dan bagaimana cara melihat atau tanda bahwa PVG-0 memiliki efektivitas sebagai anti virus Dengue - 2 dengan metode imunositokimia ini ?
BalasHapusPada jurnal yang saya dapat mengenai efektivitas Pentagamavunon-0 pada infeksi virus Dengue-2 dengan metode imunositokimia, hasilnya itu dapat dilihat setelah 1 hari diinkubasi karena yang ingin dilihat disini itu adalah bagaimana efek dari senyawa Pentagamavunon-0 pada fase awal infeksi virus Dengue-2 atau 1 hari setelah terjangkit oleh virus. Akan tetapi biasanya untuk melihat hasil dari uji antiviral dengan metode imunositokimia dapat bervariasi tergantung dari berbagai faktor seperti jumlah dosis PGV-0 yang digunakan, tingkat infeksi virus Dengue-2 pada sel, dan spesifisitas antibodi yang digunakan.
HapusUntuk melihat apakah senyawa PGV-0 ini memiliki efek positif atau negatif itu dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop, setelah itu kita bandingkan jumlah sel yang positif dan negatifnya, tandanya untuk yang positif adalah sitoplasma pada sel itu berubah warna menjadi coklat. Jika hasil perhitungan menunjukkan penurunan nilai positive rate, maka dapat dipastikan senyawa PGV-0 ini memiliki potensi sebagai antivirus Dengue.
Pada metode RT-PCR ini sebelum dilakukanya infeksi virus dengue pada sel vero dilakukan terlebih dahulu propagasi virus pada sel C636 (klon Aedes albopictus) dimana propagasi ini dilakukan untuk memperbanyak virus dengue-2. Mengapa pada metode imunositokimia ini tidak dilakukanya proses propagasi ini sebelum dilakukanya infeksi virus dengue pada sel vero?
BalasHapusMetode RT-PCR dilakukan propagasi virus pada sel C636 hal ini dikarenakan metode ini membutuhkan kuantitas RNA yang cukup untuk dapat dideteksi, sehingga dilakukanlah propagasi untuk memperbanyak virus Dengue-2.
HapusSedangkan untuk metode imunositokimia tidak dilakukan propagasi karena yang dideteksi adalah protein dari virus Dengue-2 yang terdapat pada sel yang terinfeksi. Karena hal itulah pada metode imunositokimia tidak perlu dilakukan propagasi.
Pada pemeriksaan antivirus PGV-0 terhadap virus Dengue dengan metode RT-PCR proses inkubasi dihentikan ketika kecepatan virus untuk menginfeksi virus menurun dan sel yang mati bertambah atau dikatakan dalam fase stasioner. Bagaimana cara mengetahui kapan proses inkubasi dengan metode imunositokimia ini dapat dihentikan?
BalasHapusPada metode imunositokimia, kapan proses inkubasi itu dapat dihentikan bervariasi tergantung dari jenis sel, jumlah virus yang digunakan, dan kondisi penelitiannya.
HapusKarena pada jurnal dijelaskan bahwa metode imunositokimia ini dilakukan untuk melihat efek PGV-0 pada fase awal infeksi virus Dengue-2 atau 1 hari setelah terjangkit virus, maka waktu yang dibutuhkan untuk inkubasi sel virus ini adalah 1 hari. Karena yang ini dilihat adalah efeknya setelah 1 hari terjangkit virus.