Langsung ke konten utama

Kimia Medisinal 15

 Jalur Deaktivasi dan Eliminasi Obat

Jalur inaktivasi dan ekskresi obat mengacu pada proses dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk mengubah dan mengeluarkan obat dari tubuh. Ini melibatkan beberapa mekanisme termasuk metabolisme obat oleh enzim hati, ekskresi obat ginjal, dan ekskresi obat melalui keringat, air liur, dan feses.

Jalur pensinyalan inaktivasi obat melibatkan enzim yang terletak di hati, sebagian besar dari keluarga enzim sitokrom P450 (CYP). Enzim ini bertanggung jawab untuk mengubah struktur kimia obat sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Metabolisme obat ini dapat menghasilkan metabolit yang kurang aktif atau tidak aktif, yang kemudian diekskresikan. Ekskresi obat terjadi terutama melalui ginjal. Setelah dimetabolisme di hati, obat dan metabolitnya masuk ke aliran darah dan diangkut ke ginjal. Di ginjal, obat disaring dari darah ke dalam urin melalui filtrasi glomerulus. Selain itu, bahan aktif dapat diserap kembali ke dalam darah atau dikeluarkan melalui urin melalui sekresi tubular.

Selain itu, obat juga dapat diekskresikan melalui saluran cerna melalui feses dan dalam jumlah yang lebih kecil melalui keringat dan air liur. 

Link youtube : https://youtu.be/HLdoWo14dog

Komentar

  1. Pada video dikatakan bahwa tripterine mengatur kelangsungan hidup sel dan peradangan melalui regulasi jalur nuclear factor kappa B (NF-kB), MAPK, JAK/STAT, dan PI3K/AKT. Jelaskan bagaimana dan apa maksud dari regresi jalur nuclear factor kappa B (NF-kB), MAPK, JAK/STAT, dan PI3K/AKT tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tripterine mengatur jalur-jalur NF-kB, MAPK, JAK/STAT, dan PI3K/AKT dengan mempengaruhi aktivitas dan ekspresi gen yang terkait. Regulasi ini merujuk pada kemampuan tripterine untuk mempengaruhi jalur-jalur tersebut dalam sel-sel. Secara spesifik, tripterine dapat menghambat aktivasi NF-kB, yang merupakan jalur yang terlibat dalam peradangan dan kelangsungan hidup sel. Selain itu, tripterine juga mempengaruhi jalur MAPK, yang berperan dalam regulasi pertumbuhan sel dan respons seluler terhadap rangsangan. Jalur JAK/STAT, yang terlibat dalam pertumbuhan sel dan respons imun, juga terpengaruh oleh tripterine. Kemudian tripterine mempengaruhi jalur PI3K/AKT, yang terlibat dalam regulasi pertumbuhan sel dan supresi apoptosis. Dengan mengatur jalur-jalur ini, tripterine memiliki potensi untuk mempengaruhi kelangsungan hidup sel dan meredakan peradangan dalam berbagai kondisi patologis.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 11

 Jalur Utama Metabolisme dan Xenobiotik Jalur umum metabolisme dan jalur metabolisme xenobiotik adalah dua jalur metabolisme yang berbeda dalam tubuh manusia. Jalur umum metabolisme adalah proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang berasal dari makanan atau sumber energi lainnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Jalur ini melibatkan berbagai enzim dan reaksi kimia yang kompleks, termasuk glikolisis, siklus Krebs, dan fosforilasi oksidatif. Sementara itu, jalur metabolisme xenobiotik melibatkan proses biokimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang tidak umum atau asing bagi tubuh, seperti obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia industri, menjadi bentuk yang dapat dieliminasi dari tubuh. Jalur ini melibatkan enzim-enzim yang disebut sitokrom P450 dan reaksi kimia lainnya yang berguna untuk mengubah struktur kimia dari zat asing menjadi lebih mudah untuk dieliminasi oleh tubuh, seperti m...

Kimia Medisinal 6

Hubungan Struktur & Sifat Fisiko Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat Desain Turunan Senyawa Leonurin Sebagai Kandidat Obat Antiinflamasi  Hubungan struktur dan sifat fisiko-kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat sangatlah erat. Struktur molekul dapat mempengaruhi interaksi dengan reseptor target di dalam sel dan mempengaruhi aktivitas biologis. Sifat fisiko-kimia seperti kelarutan, polaritas, dan ukuran molekul juga dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel dan bioavailabilitas obat. Oleh karena itu, dalam desain turunan obat, perubahan struktur molekul dan sifat fisiko-kimia harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai aktivitas biologis yang optimal. Penerapan teknik dan metode komputasi seperti docking molekuler dan QSAR dapat membantu memprediksi aktivitas biologis dari turunan obat yang dirancang sebelum diuji secara eksperimental. Dalam pengembangan obat, pemahaman yang baik tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biol...