Langsung ke konten utama

Kimia Medisinal 13

Hubungan Struktur dan Kelarutan dengan Aktivitas Biologis

Hubungan antara struktur, kelarutan, dan aktivitas obat sangat penting dalam pengembangan obat. Struktur kimia obat dapat mempengaruhi kelarutan dalam pelarut yang relevan dan aktivitas farmakologisnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipahami tentang hubungan ini:

  1. Struktur dan Kelarutan: Struktur kimia obat dapat mempengaruhi kelarutannya dalam berbagai pelarut. Grup fungsional, polaritas, dan ukuran molekul adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan. Misalnya, adanya gugus hidroksil (-OH) pada molekul obat dapat meningkatkan kelarutannya dalam air, sementara adanya gugus hidrokarbon nonpolar dapat meningkatkan kelarutannya dalam pelarut organik nonpolar.
  2. Kelarutan dan Penyerapan: Kelarutan yang baik dalam pelarut yang sesuai sangat penting untuk memungkinkan obat diserap dengan efektif dalam tubuh. Obat yang larut dengan baik dalam cairan tubuh, seperti air, memiliki peluang penyerapan yang lebih baik. Kelarutan yang buruk dapat menghambat penyerapan obat dan mengurangi efek terapeutiknya.
  3. Struktur dan Aktivitas Farmakologis: Struktur kimia obat juga mempengaruhi aktivitas farmakologisnya. Interaksi obat dengan target biologis, seperti reseptor atau enzim, tergantung pada struktur kimia obat. Modifikasi pada struktur obat dapat mengubah interaksi dengan target biologis dan, akibatnya, mempengaruhi aktivitas farmakologisnya. Misalnya, perubahan pada gugus fungsional atau penambahan gugus kimia tertentu pada struktur obat dapat meningkatkan atau mengubah selektivitas, afinitas, atau efikasi obat terhadap target biologisnya.
  4. Desain Obat Rasional: Dengan pemahaman yang baik tentang hubungan struktur, kelarutan, dan aktivitas obat, peneliti dan ahli farmasi dapat merancang molekul obat baru atau mengoptimalkan struktur obat yang ada. Desain obat rasional melibatkan modifikasi struktur obat berdasarkan pengetahuan tentang target biologis dan hubungan struktur-aktivitas. Tujuan utama adalah menghasilkan molekul obat yang memiliki kelarutan yang baik dalam media biologis yang relevan dan menunjukkan aktivitas farmakologis yang diinginkan.

Link youtube : https://youtu.be/2GcFrEEaiDY

Komentar

  1. Berdasarkan penyajian video pembahasan tadi telah di bahas oleh rekan saya ,, mulai dari nilai nilai koefisien dari palin kecil hingga paling besar,, hingga pembahsaan hasil aktivitas analgesik senyawa dan pengaruh yang terjadi namun Belum di jelaskan Bagaimana gambaran uji aktivitas analgesik senyawa turunan meperidin ,,

    Sedangkan pada jurnal yang saya baca yaitu tentang uji analgesik juga membahas tentang bagaimana proses dari uji aktivitasnya itu sendiri

    Lalu yg ingin saya tahapan tanyakan bagaimana tahapan dan gambaran dalam uji analgesik dengan senyawa turunan meperidin itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahapan yang dilakukan dalam uji analgesik dengan senyawa turunan meperidin, yang pertama dilakukan pemodelan senyawa turunan meperidin menggunakan software ChemDraw Ultra 8.0 dan didapatkan 16 senyawa turunan meperidin. Selanjutnya dilakukan perhitungan struktur elektronik dengan metode semiempiris AM1. Kemudian dilakukan penentuan koefisien partisi (Log P). Selanjutnya dilakukan perhitungan struktur sterik yang terdiri dari luas permukaan, refraktivitas molar, volume molekular, massa dan energi hidrasi menggunakan Compute-QSAR Properties. Setelah itu, dilakukan analisis statistik HKSA. Data-data yang didapatkan tadi seperti muatan bersih atom meperidin, E.HOMO, E.LUMO, Log P, Luas permukaan , refraktivitas molar, volume molekular, massa dan energi hidrasi akan dilakukan analisis statistik untuk mencari persamaan HKSA terbaik dalam menentukan prediksi aktivitas senyawa meperidin.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 11

 Jalur Utama Metabolisme dan Xenobiotik Jalur umum metabolisme dan jalur metabolisme xenobiotik adalah dua jalur metabolisme yang berbeda dalam tubuh manusia. Jalur umum metabolisme adalah proses biokimia yang terjadi di dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang berasal dari makanan atau sumber energi lainnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Jalur ini melibatkan berbagai enzim dan reaksi kimia yang kompleks, termasuk glikolisis, siklus Krebs, dan fosforilasi oksidatif. Sementara itu, jalur metabolisme xenobiotik melibatkan proses biokimia yang terjadi dalam tubuh untuk mengubah zat-zat yang tidak umum atau asing bagi tubuh, seperti obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia industri, menjadi bentuk yang dapat dieliminasi dari tubuh. Jalur ini melibatkan enzim-enzim yang disebut sitokrom P450 dan reaksi kimia lainnya yang berguna untuk mengubah struktur kimia dari zat asing menjadi lebih mudah untuk dieliminasi oleh tubuh, seperti m...

Kimia Medisinal 6

Hubungan Struktur & Sifat Fisiko Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat Desain Turunan Senyawa Leonurin Sebagai Kandidat Obat Antiinflamasi  Hubungan struktur dan sifat fisiko-kimia dengan aktivitas biologis suatu turunan obat sangatlah erat. Struktur molekul dapat mempengaruhi interaksi dengan reseptor target di dalam sel dan mempengaruhi aktivitas biologis. Sifat fisiko-kimia seperti kelarutan, polaritas, dan ukuran molekul juga dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel dan bioavailabilitas obat. Oleh karena itu, dalam desain turunan obat, perubahan struktur molekul dan sifat fisiko-kimia harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai aktivitas biologis yang optimal. Penerapan teknik dan metode komputasi seperti docking molekuler dan QSAR dapat membantu memprediksi aktivitas biologis dari turunan obat yang dirancang sebelum diuji secara eksperimental. Dalam pengembangan obat, pemahaman yang baik tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biol...

Kimia Medisinal 15

 Jalur Deaktivasi dan Eliminasi Obat Jalur inaktivasi dan ekskresi obat mengacu pada proses dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk mengubah dan mengeluarkan obat dari tubuh. Ini melibatkan beberapa mekanisme termasuk metabolisme obat oleh enzim hati, ekskresi obat ginjal, dan ekskresi obat melalui keringat, air liur, dan feses. Jalur pensinyalan inaktivasi obat melibatkan enzim yang terletak di hati, sebagian besar dari keluarga enzim sitokrom P450 (CYP). Enzim ini bertanggung jawab untuk mengubah struktur kimia obat sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Metabolisme obat ini dapat menghasilkan metabolit yang kurang aktif atau tidak aktif, yang kemudian diekskresikan. Ekskresi obat terjadi terutama melalui ginjal. Setelah dimetabolisme di hati, obat dan metabolitnya masuk ke aliran darah dan diangkut ke ginjal. Di ginjal, obat disaring dari darah ke dalam urin melalui filtrasi glomerulus. Selain itu, bahan aktif dapat diserap kembali ke dalam darah atau dikeluarkan melalui urin m...